APBD Tahun 2022, Dari Simda Dekstop Ke FMIS

Rabu, 12 Januari 2022, Oleh Rusdianto K. Jukiro, A.Md.Par
76
Wakil Bupati Bolmut Drs. H. Amin Lasena, MAP, saat membuka secara resmi Bimtek Penatausahaan APBD Tahun 2022, berlangsung di Hotel Arya Duta Manado, selasa, 12/1/2022. (Foto Kiriman Rahman Hadi / Redaksi Photo Kominfo Bolmut)

bolmutkab.go.id – Bimbingan Teknis (Bimtek) Penatausahaan APBD Tahun 2022 melalui aplikasi SIMDA NEXT-G Financial Mangement Information System (FMIS) dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Utara.

Bimtek ini bagi pejabat pengelola keuangan SKPD se-Kabupaten Bolmut yang turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulut Beligan Sembiring, SE, MM, Ak, CA, QIA, CGCAE serta Narasumber dari BPKP Perwakilan Provinsi Sulut.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bolmut Drs. H. Amin Lasena, MAP, berlangsung di Hotel Arya Duta Manado, selasa (12/1/2022).

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena menyambut baik atas terlaksananya Bimtek ini, semoga kita semua memperoleh pemahaman berkaitan dengan aplikasi Simda FMIS, yang nantinya dapat diimplementasikan dalam penatausahaan keuangan pada masing-masing perangkat daerah.

Lebih lanjut Wakil Bupati Amin Lasena menyampaikan bahwa beberapa hari yang lalu telah menerima surat edaran dari Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Nomor : 903/9232/keuda, tentang Persiapan Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.

Dimana terdapat beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022, yaitu :

Pertama, Kepala Daerah diminta agar segera menetapkan Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pelaksana anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022;

Kedua, pejabat yang melakukan pengelolaan keuangan daerah yakni Sekretaris Daerah selaku koordinator pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD) selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD), dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pengguna Anggaran (PA);

Ketiga, Kepala Daerah  perlu menetapkan kuasa Bendahara Umum Daerah (BUD), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Bendahara Pengeluaran, Bendahara Penerimaan, dan Bendahara Khusus.

Penetapan pejabat juga ditujukan kepada Bendahara Penerimaan Pembantu dalam hal terdapat pelimpahan sebagian kewenangan kepada KPA, serta Bendahara Pengeluaran dalam hal terdapat pelimpahan sebagian kewenangan kepada KPA;

Keempat, pelimpahan sebagian kewenangan PA kepada KPA, tidak diperkenankan menyerahkan seluruhnya.

Proses pelimpahan sebagian kewenangan tersebut harus memperhatikan dua aspek, yakni berdasarkan pertimbangan besaran anggaran kegiatan, sub kegiatan, lokasi, dan rentang kendali, serta pada prosesnya pelimpahan kewenangan juga disesuaikan dengan tugas dan fungsi Unit Perangkat Daerah yang dipimpin KPA.

Selanjutnya, dikatakan dalam pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022 telah ditegaskan oleh Kementerian Dalam Negeri bahwa, bagi daerah yang mengalami kendala dalam penerapan SIPD Penatausahaan Keuangan, dapat melakukan proses penatausahaan di luar SIPD yang secara bersamaan tetap direkam dalam SIPD sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Pemerintah Daerah sebagai pengelola keuangan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berkewajiban menyelenggarakan Sistem Penatausahaan Keuangan Daerah.,”jelasnya.

Kewajiban tersebut menimbulkan kebutuhan untuk menyesuaikan Sistem Informasi Manajement Daerah yang sedang diterapkan saat ini, dari Aplikasi Simda yang berbasis Desktop ke Financial Management Information System (FMIS) yang merupakan terobosan Simda baru berbasis website.

“Penyesuaian tersebut berdampak pada perubahan atau penyesuaian Sistem Penatausahaan Keuangan Pemerintah Daerah sehingga perlu mempersiapkan Sumber Daya Aparatur yang memadai, yang memahami bagaimana sistem informasi yang baru ini diimplementasikan dalam pengelolaan dan penatausahaan APBD tahun anggaran 2022,”tuturnya. (Kominfosandi Bolmut)

Jurnalis : Rusdianto Jukiro

Editor : Rudi Datunsolang / Fauziah Suratinoyo

Analis Konten : Imam Wahyudi

Redaktur : Saiful Djenaan

Redaktur Pelaksana : Adler TH. Manginsoa